Aku bangga ayahku selalu membuatku bahagia, meski bukan binatang beneran tapi cukuplah buat tiqa gembira. Setiap hari bermain, ditaman-taman ataupun di rumput - rumput yang mampu melipur waktu senggangku. Bajuku khas mandarin, berbarengan dengan gong chi pa chai hadiah dari om ku acil iroem yang selalu berfikir untuk membahagiakan atiqa. Atiqa memang suka dengan fauna, banyak mainan atiqa berbentuk binatang-binatang lucu, boneka sepertinya tak menarik buatku meski aku tetap wanita. Atiqa sering merengek naik becak berkeliling dan singgah di taman ini, taman khaskabupaten Tapin tempat Ibuku tinggal. Atiqa kelak akan menjadikan taman-tamanku hijau penuh asri tanpa polusi tanpa basa basi, Atiqa hanyalah seorang gadis kecil yang senantiasa mengeluhkan keinginan agar cepat dewasa mampu membagi cerita dan mimpi kelak-kelak menginginkan keindahan kota, udara segar laksana di pegunungan tanpa ada banjir dan wabah kuasa. Atiqa dinanti bukanlah apa-apa bila terus-terusan memanfaatkan teknologi tanpa mengerti keserasian, permainan anak kota bersifat memaksa karena takut dibilang tak dinamis. Atiqa tetap pada pola-pola kesederhanaan tanpa rambu-rambu ketersasingan.
































0 komentar: